twitterfacebookgoogle plusrss feedemail
Tampilkan postingan dengan label Syair. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syair. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Desember 2013

Lelaki Bodoh

Aku belum bisa menjadi petala langit,
Sbagaimana yang kau minta
Atapi buana
Menggantung purnama yang tak pernah sabit,
Sbagaimana yang kau pinta
Terangi persada

Minggu, 10 November 2013

Pulang

Apakah sangkamu
Tentang perjalanan ini?
Inilah perjalanan pulang
Ke tanah abadi
Negeri asal muasal

Sabtu, 01 Juni 2013

Peminta Hati


Hari ini,
Mereka menjadi ibu
Bicara dengan bahasa hati
Sangat fasih
Bertajuk cinta
Tentang kasih sayang
Hari ini,

Minggu, 26 Mei 2013

Kepada Para Penjual Kematian

Kawan
(itu dalam benak kami, para pembeli kematian)
Kau renggut nyawa - nyawa kami
Dengan rasa manis
Dengan nikmat yang memikat
Dengan senyum yang menjerat
Kami mati dalam sunyi
Kami mati sebelum Izrail menghampiri

Sabtu, 18 Mei 2013

Luka Muda

Anak muda itu telah kembali

Setelah menyimak makna kata tantangan

Di ujung - ujung kakinya

Meski kecil, tak terlihat bekas luka

Daki telah membalutnya

Senin, 13 Mei 2013

Pembungkuk dan Pembangkang

Aku masih membungkuk
(dan senantiasa membangkang)

Kitari langit,
Kepakkan sayap takut
Bentangkan sayap harap
Masih tanpa cinta,
Jika cinta adalah titah
Aku belum menghamba
Jika cinta adalah kuasa
Aku masih meraja

Minggu, 12 Mei 2013

Asa Kirana

siang - sianglah kau malam
aku belum sempat mengais
tong sampahmu pada menit bagianku
tulang - belulangku direbut kelalaian

Kamis, 09 Mei 2013

Fana

Kemanakah derita kemarin,
Yang berat tiada tara?
Inilah matra fana
Datang lalu hilang,
Semau hatinya
Maka mengapa kau menangis?

Senin, 06 Mei 2013

Langit Barat Belum Berwarna Jingga

langit barat belum berwarna jingga
dan siang baru usai bercengkrama.
di putaran, matahari duduk bersila
tersenyum pada wajah - wajah ceria
menebar benih emas dimuka bumi.

di sana,
di tempat yang tak terlihat oleh matahari.
pria tua itu duduk menekur
kepalanya tergolek diantara lututnya.
lelah dan berat menumpuk dipunggungnya.
bersembunyi dari tatapan nanar matahari
seakan ia ejekan
dalam sejarah,
sejarah yang ia tulis
sejarah yang tersimpan dimata cekungnya
ketika ia lupa tentang makna kefanaan.
namun,
ketika ia sadar tentang makna kehilangan
tanah berpijak berpaling dari sinaran.

pria tua itu,
mengikat kakinya pada bumi
meletakkan langit di atas punggungnya
tangannya gemetar memeluk nyawa.
sebagai yang pernah perkasa,
ia menyesal mengejar fatamorgana.
sebagai yang telah renta,
ia masih belum siap untuk sekarat


Sanggulan, 2012

Kamis, 02 Mei 2013

Perusak Malam

Bersiaplah,
Kala malam mulai menjejak pundakmu,
Mencolok anak matamu hingga ke otak,
Sungguh ia tak sendirian,
Ribuan legiun perusak malam membonceng Dalam kekuatan penuh,
Wajah mereka sangat buruk,
Hati mereka jauh lebih buruk.

Senin, 29 April 2013

Sebelum Tanah

Mari kita luangkan waktu
Diantara bising bujukan nafsu
Mendekatlah ke tanah
Melingkar diseputarnya
Ia akan berkisah
Tentang anak - anaknya yang kemaruk
Dan binasa
Dan kembali ke rahimnya

Jumat, 26 April 2013

Tangisan Dinding

Semenjak tivi membayar aib, membeli fitnah dan menjual gosip, dinding - dinding terisak dalam senyap. Kekuatannya sebagai pelindung telah lenyap.

Minggu, 21 April 2013

Peminjam Tangan Tuhan

Hari itu,
(Antara kau dan Tuhan)
Ketika urusan langit dibumikan
Ketika jemari Tuhan dimanusiakan
Menangislah!

Kamis, 18 April 2013

(Kita) Bukan Pecundang

Wahai jiwa - jiwa yang terpedaya
Dan terbang dengan sayap - sayap mimpi
Tanya pada mereka yang beterbangan
Diantara kisaran bintang - bintang
Di manakah anak tangga langit?
Lalu mendakilah
Bintang tak pernah jatuh ke bumi
Lalu bangunlah
Bintang terlalu jauh buat pemimpi

Wahai jiwa - jiwa yang terpesona
Dan berdaulat di puri - puri dengki
Tanya pada mereka yang bertahta
Di singgasana kekaisaran surga - surga
Di manakah kunci pintu langit?
Lalu carilah
Surga tak pernah diberikan percuma
Lalu berhentilah
Surga terlalu mahal bagi pendengki

Wahai jiwa - jiwa yang sunyi
Berhentilah bermain dengan pesona
Mulailah mengikuti matahari dan
Lepaskan gaduh sanubari
Kala gulita memeluk sepi

Wahai jiwa - jiwa yang lupa
Ingatlah, kita adalah pejuang
Dengarlah epik masa kecil
Tentang belajar berjalan
Jawablah, apakah ada yang pernah menyerah?


Sanggulan, 2012

Senin, 15 April 2013

Negeri Sunyi

.Sunyi
Tahukah kau apa itu sunyi?
Ketika ia mendekapmu dalam ruang peka
Ketika ia membisikkan dengan lantang
Tentang semua

Sabtu, 13 April 2013

Pemakan Mimpi

Seratus masa di kastil bencana


Anak tak berbaju itu tak lagi bisa terlelap. Purwarupa mimpinya yang hanya secuil telah ludes di gasak para pemakan mimpi. Isak tangisnya runcing mencungkil mata dan tajam mengiris kulit.

Selasa, 09 April 2013

Menebar Cahaya

Kita harus bicara,
pada diri,
pada siapa saja,
tentang siang saat terang melingkupi,
tentang malam ketika gelap merasuki.
Tentang bumi dan kisahnya,
tentang langit dan hikmahnya.