twitterfacebookgoogle plusrss feedemail
Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 November 2013

Tanah

"Asal dari tanah kembali kepada tanah", itu sebuah kalimat sakti yang pernah aku dengar dari sebuah film horor. Tujuannya untuk menghancur-leburkan sosok setan yang menghantu. Sebuah frase yang salah kaprah karena setan berasal dari api dan bukan dari tanah. Tapi di film tak ada yang mustahil, setan itu musnah berabu. Jadi biarlah.

Sabtu, 02 November 2013

Dibunuh Takut

Tak ada yang terlampau menyedihkan dan pandir melebihi ketakutan pada angan - angan sendiri. Takut pada sesuatu yang belum pasti terjadi. Takut pada sesuatu yang belum pasti ada. Jiwaku, pandir dan menyedihkan. Menurut saja apa - apa kata takut tanpa berani melakukan perlawanan meski sadar semua ucapan takut banyak bohong dan salahnya.

Jumat, 01 November 2013

Beri Waktu Kepada Waktu

Banyak kesedihan, kedukaan, penderitaan dan kepayahan yang menghiasi kehidupan setiap manusia. Dari yang sekadar menyesakkan dada sampai yang mampu mengurai airmata. Tetapi pada akhirnya tanpa disadari semua itu hilang dan terlupakan.

Minggu, 05 Mei 2013

Rindang Meranggas

Selepas bercengkerama dengan hujan, pohon yang tumbuh di tepi jalan itu semakin menghijau saja. Ia tampak begitu berseri dalam dekapan sinar keemasan matahari pagi. Angin yang berhembus lembut menyapa dedaunan dan mengajaknya berdansa.

Jumat, 26 April 2013

Tangisan Dinding

Semenjak tivi membayar aib, membeli fitnah dan menjual gosip, dinding - dinding terisak dalam senyap. Kekuatannya sebagai pelindung telah lenyap.

Selasa, 23 April 2013

Tukang Peluh Dan Tukang Keluh

Ketika matahari perlahan beringsut tepat di atas kepala, dua orang manusia bertemu disalah-sebuah titik sirkulasi yang bernama kelelahan. Yang pertama bernaung disebuah pohon rindang beralas rerumputan dengan tubuh basah kuyup oleh peluh. Sambil menyeka keringat ia bergumam, "Hari begitu cerah, ini kesempatan yang baik untuk segera menyelesaikan pekerjaan ini."

Kamis, 18 April 2013

(Kita) Bukan Pecundang

Wahai jiwa - jiwa yang terpedaya
Dan terbang dengan sayap - sayap mimpi
Tanya pada mereka yang beterbangan
Diantara kisaran bintang - bintang
Di manakah anak tangga langit?
Lalu mendakilah
Bintang tak pernah jatuh ke bumi
Lalu bangunlah
Bintang terlalu jauh buat pemimpi

Wahai jiwa - jiwa yang terpesona
Dan berdaulat di puri - puri dengki
Tanya pada mereka yang bertahta
Di singgasana kekaisaran surga - surga
Di manakah kunci pintu langit?
Lalu carilah
Surga tak pernah diberikan percuma
Lalu berhentilah
Surga terlalu mahal bagi pendengki

Wahai jiwa - jiwa yang sunyi
Berhentilah bermain dengan pesona
Mulailah mengikuti matahari dan
Lepaskan gaduh sanubari
Kala gulita memeluk sepi

Wahai jiwa - jiwa yang lupa
Ingatlah, kita adalah pejuang
Dengarlah epik masa kecil
Tentang belajar berjalan
Jawablah, apakah ada yang pernah menyerah?


Sanggulan, 2012

Selasa, 16 April 2013

Kutukan Padang Larangan

"Mama siap?"
Aku tersenyum,
"Bukankah sudah sejak lama mama ingin semua orang tahu bahwa ayah adalah lelaki baik yang tak bersalah."
Lelaki bertubuh kekar itu menatap mataku.
"Dan inilah saatnya." lanjutku mantap.
Lelaki bertubuh kekar itu memeluk tubuh mungilku.

Senin, 15 April 2013

Negeri Sunyi

.Sunyi
Tahukah kau apa itu sunyi?
Ketika ia mendekapmu dalam ruang peka
Ketika ia membisikkan dengan lantang
Tentang semua

Selasa, 09 April 2013

Menebar Cahaya

Kita harus bicara,
pada diri,
pada siapa saja,
tentang siang saat terang melingkupi,
tentang malam ketika gelap merasuki.
Tentang bumi dan kisahnya,
tentang langit dan hikmahnya.