twitterfacebookgoogle plusrss feedemail

Senin, 26 Oktober 2020

Sibuk

Semua orang telah disibukkan;
Ada yang sibuk dengan dirinya,
Ada yang sibuk dengan hartanya,
Ada yang sibuk dengan angannya,
Ada yang sibuk dengan impiannya,
Ada yang sibuk dengan penderitaannya,
Ada yang sibuk dengan kesuksesannya,
Ada yang sibuk dengan keluarganya,
Ada yang sibuk dengan nafsunya,
Ada yang sibuk dengan dosanya,
Ada yang sibuk dengan tuhannya,
Ada yang sibuk dengan aib sesamanya,
Ada yang sibuk dengan eksistensinya,
Ada yang sibuk dengan televisinya,
Ada yang sibuk dengan gawainya.
Sedikit yang mendapat upah [pahala]
Lainnya, hanya mendapat lelah [sia - sia]

     

     Sanggulan, 09 Robi'ul Awwal 1442

Jumat, 20 Desember 2013

Lelaki Bodoh

Aku belum bisa menjadi petala langit,
Sbagaimana yang kau minta
Atapi buana
Menggantung purnama yang tak pernah sabit,
Sbagaimana yang kau pinta
Terangi persada

Minggu, 10 November 2013

Pulang

Apakah sangkamu
Tentang perjalanan ini?
Inilah perjalanan pulang
Ke tanah abadi
Negeri asal muasal

Senin, 04 November 2013

Tanah

"Asal dari tanah kembali kepada tanah", itu sebuah kalimat sakti yang pernah aku dengar dari sebuah film horor. Tujuannya untuk menghancur-leburkan sosok setan yang menghantu. Sebuah frase yang salah kaprah karena setan berasal dari api dan bukan dari tanah. Tapi di film tak ada yang mustahil, setan itu musnah berabu. Jadi biarlah.

Sabtu, 02 November 2013

Dibunuh Takut

Tak ada yang terlampau menyedihkan dan pandir melebihi ketakutan pada angan - angan sendiri. Takut pada sesuatu yang belum pasti terjadi. Takut pada sesuatu yang belum pasti ada. Jiwaku, pandir dan menyedihkan. Menurut saja apa - apa kata takut tanpa berani melakukan perlawanan meski sadar semua ucapan takut banyak bohong dan salahnya.

Jumat, 01 November 2013

Beri Waktu Kepada Waktu

Banyak kesedihan, kedukaan, penderitaan dan kepayahan yang menghiasi kehidupan setiap manusia. Dari yang sekadar menyesakkan dada sampai yang mampu mengurai airmata. Tetapi pada akhirnya tanpa disadari semua itu hilang dan terlupakan.

Sabtu, 01 Juni 2013

Peminta Hati


Hari ini,
Mereka menjadi ibu
Bicara dengan bahasa hati
Sangat fasih
Bertajuk cinta
Tentang kasih sayang
Hari ini,

Minggu, 26 Mei 2013

Kepada Para Penjual Kematian

Kawan
(itu dalam benak kami, para pembeli kematian)
Kau renggut nyawa - nyawa kami
Dengan rasa manis
Dengan nikmat yang memikat
Dengan senyum yang menjerat
Kami mati dalam sunyi
Kami mati sebelum Izrail menghampiri

Sabtu, 18 Mei 2013

Luka Muda

Anak muda itu telah kembali

Setelah menyimak makna kata tantangan

Di ujung - ujung kakinya

Meski kecil, tak terlihat bekas luka

Daki telah membalutnya

Senin, 13 Mei 2013

Pembungkuk dan Pembangkang

Aku masih membungkuk
(dan senantiasa membangkang)

Kitari langit,
Kepakkan sayap takut
Bentangkan sayap harap
Masih tanpa cinta,
Jika cinta adalah titah
Aku belum menghamba
Jika cinta adalah kuasa
Aku masih meraja

Minggu, 12 Mei 2013

Asa Kirana

siang - sianglah kau malam
aku belum sempat mengais
tong sampahmu pada menit bagianku
tulang - belulangku direbut kelalaian

Jumat, 10 Mei 2013

Tuan Pembual dan Tuan Presiden

Seperti Sang Nabi dari Lebanon, aku pun sangat benci dengan Tuan Pembual. Lidahnya berbual semanis madu, tangannya berlipat menggenggam empedu. Apa yang kalian rasakan bila melihat Tuan Pembual berbicara di tivi - tivi? Mual? Muak? Atau malah kagum? Aku sendiri lebih senang mendengar ucapan Squidward Tentacles daripada celoteh Tuan Pembual.

Kamis, 09 Mei 2013

Fana

Kemanakah derita kemarin,
Yang berat tiada tara?
Inilah matra fana
Datang lalu hilang,
Semau hatinya
Maka mengapa kau menangis?

Senin, 06 Mei 2013

Langit Barat Belum Berwarna Jingga

langit barat belum berwarna jingga
dan siang baru usai bercengkrama.
di putaran, matahari duduk bersila
tersenyum pada wajah - wajah ceria
menebar benih emas dimuka bumi.

di sana,
di tempat yang tak terlihat oleh matahari.
pria tua itu duduk menekur
kepalanya tergolek diantara lututnya.
lelah dan berat menumpuk dipunggungnya.
bersembunyi dari tatapan nanar matahari
seakan ia ejekan
dalam sejarah,
sejarah yang ia tulis
sejarah yang tersimpan dimata cekungnya
ketika ia lupa tentang makna kefanaan.
namun,
ketika ia sadar tentang makna kehilangan
tanah berpijak berpaling dari sinaran.

pria tua itu,
mengikat kakinya pada bumi
meletakkan langit di atas punggungnya
tangannya gemetar memeluk nyawa.
sebagai yang pernah perkasa,
ia menyesal mengejar fatamorgana.
sebagai yang telah renta,
ia masih belum siap untuk sekarat


Sanggulan, 2012

Minggu, 05 Mei 2013

Rindang Meranggas

Selepas bercengkerama dengan hujan, pohon yang tumbuh di tepi jalan itu semakin menghijau saja. Ia tampak begitu berseri dalam dekapan sinar keemasan matahari pagi. Angin yang berhembus lembut menyapa dedaunan dan mengajaknya berdansa.

Kamis, 02 Mei 2013

Perusak Malam

Bersiaplah,
Kala malam mulai menjejak pundakmu,
Mencolok anak matamu hingga ke otak,
Sungguh ia tak sendirian,
Ribuan legiun perusak malam membonceng Dalam kekuatan penuh,
Wajah mereka sangat buruk,
Hati mereka jauh lebih buruk.

Senin, 29 April 2013

Sebelum Tanah

Mari kita luangkan waktu
Diantara bising bujukan nafsu
Mendekatlah ke tanah
Melingkar diseputarnya
Ia akan berkisah
Tentang anak - anaknya yang kemaruk
Dan binasa
Dan kembali ke rahimnya

Jumat, 26 April 2013

Tangisan Dinding

Semenjak tivi membayar aib, membeli fitnah dan menjual gosip, dinding - dinding terisak dalam senyap. Kekuatannya sebagai pelindung telah lenyap.

Selasa, 23 April 2013

Tukang Peluh Dan Tukang Keluh

Ketika matahari perlahan beringsut tepat di atas kepala, dua orang manusia bertemu disalah-sebuah titik sirkulasi yang bernama kelelahan. Yang pertama bernaung disebuah pohon rindang beralas rerumputan dengan tubuh basah kuyup oleh peluh. Sambil menyeka keringat ia bergumam, "Hari begitu cerah, ini kesempatan yang baik untuk segera menyelesaikan pekerjaan ini."

Minggu, 21 April 2013

Peminjam Tangan Tuhan

Hari itu,
(Antara kau dan Tuhan)
Ketika urusan langit dibumikan
Ketika jemari Tuhan dimanusiakan
Menangislah!