Kawan
(itu dalam benak kami, para pembeli kematian)
Kau renggut nyawa - nyawa kami
Dengan rasa manis
Dengan nikmat yang memikat
Dengan senyum yang menjerat
Kami mati dalam sunyi
Kami mati sebelum Izrail menghampiri
Kitari langit,
Kepakkan sayap takut
Bentangkan sayap harap
Masih tanpa cinta,
Jika cinta adalah titah
Aku belum menghamba
Jika cinta adalah kuasa
Aku masih meraja
Seperti Sang Nabi dari Lebanon, aku pun sangat benci dengan Tuan Pembual. Lidahnya berbual semanis madu, tangannya berlipat menggenggam empedu. Apa yang kalian rasakan bila melihat Tuan Pembual berbicara di tivi - tivi? Mual? Muak? Atau malah kagum? Aku sendiri lebih senang mendengar ucapan Squidward Tentacles daripada celoteh Tuan Pembual.